Site icon TIPS PERCETAKAN

Jenis – Jenis Mesin Cetak Sebelum Memulai Usaha Percetakan

seseorang sedang menggunakan salah satu jenis mesin cetak

Perkembangan pesat teknologi tidak hanya dapat Anda jumpai dalam bentuk gadget. Jenis mesin cetak pun kini hadir dengan bentuk, ukuran, dan kegunaan yang beragam menyesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. 

Nah, jika Anda ingin memulai usaha percetakan, tentu Anda perlu tahu macam-macam mesin cetak yang bisa mendukung usaha Anda. Maka dari itu, yuk, kenalan dengan beberapa ragam mesin cetak yang biasa Anda jumpai di percetakan! 

 

Apa Itu Mesin Cetak?

Apa yang dimaksud dengan mesin cetak? Simpelnya, mesin cetak adalah mesin yang digunakan untuk membuat hasil cetak pada suatu media tertentu. Bentuknya pun bisa beragam, misalnya saja buku, majalah, spanduk, bahkan hingga kemasan makanan yang menggunakan kertas tebal maupun plastik.

Nah, dalam penerapannya, ada beberapa macam mesin cetak yang bisa digunakan untuk membuat produk cetak tersebut. Penjelasan mengenai ragam mesin cetak bisa Anda lihat pada keterangan berikut. 

 

Jenis – Jenis Mesin Cetak dan Kegunaanya

Macam mesin cetak yang biasa digunakan di percetakan di antaranya adalah mesin cetak offset, mesin digital printing, flexography, dan gravure. Penjelasan untuk masing-masing mesin cetak adalah sebagai berikut.

 

1. Mesin Cetak Offset

Fungsi mesin cetak offset sebenarnya tidak jauh berbeda dari mesin cetak yang lain seperti mesin digital printing. Hanya saja, mesin cetak offset biasanya digunakan untuk melakukan pencetakan di atas media kertas dalam jumlah besar. Karena kapasitas cetaknya yang besar, tidak heran jika mesin cetak offset sering digunakan untuk percetakan buku, majalah, maupun brosur.

Ukuran mesin offset cukup beragam. Anda bisa menjumpai mesin offset kecil, sedang, dan ada juga yang besar. Untuk mesin offset kecil, ukuran kertas maksimal adalah A3 (297 x 420 mm), sedangkan mesin cetak ukuran besar biasanya sanggup untuk digunakan saat mencetak bahan cetak berukuran A1 (841 x 594 mm) dan A0 (1.189 x 841 mm).

Selain dibedakan berdasarkan ukurannya, Anda juga menemukan dua jenis mesin offset ini berdasarkan jenis bahan cetak yang digunakan. Dua jenis bahan cetak ini adalah bahan cetak lembaran (sheet) dan bahan cetak gulungan.  

Mesin cetak offset yang menggunakan bahan cetak dalam bentuk lembaran disebut juga sebagai mesin cetak sheetfed, sedangkan jika menggunakan bahan cetak gulungan, maka mesin tersebut disebut sebagai mesin cetak webfed.

Dibandingkan mesin-mesin cetak jenis lainnya, mesin cetak jenis ini merupakan mesin yang bisa dikatakan paling ekonomis serta memiliki hasil cetak berkualitas baik yang konsisten.

Baca Juga: Cetak Offset: Kelebihan dan Proses Cara Pengoperasiannya

 

2. Mesin Digital Printing

Mesin digital printing merupakan salah satu mesin cetak yang akrab di telinga kita. Pasalnya, kita sudah menggunakan beberapa jenis printer dengan prinsip digital printing ini. Misalnya inkjet printer yang sering kita gunakan ketika mencetak dokumen-dokumen pekerjaan atau tugas sekolah.

Tak hanya itu, mesin digital printing juga bisa digunakan untuk mencetak foto, kartu ucapan, maupun poster dalam waktu yang cukup singkat. Kualitas cetak yang diberikan pun jangan diragukan lagi.

Selain inkjet printer, beberapa jenis mesin digital printing ini antara lain plotter machine, flatbed printing, cetak offset, sablon digital, dan 3D printing

Plotter juga cukup sering digunakan untuk kebutuhan cetak, terutama jika media yang digunakan berukuran lebar. Anda bisa gunakan plotter untuk mencetak pada media berukuran 1,5 meter, 3,2 meter, bahkan hingga 5 meter. Karena itulah, Anda bisa menggunakan plotter untuk mencetak media-media promosi seperti baliho, spanduk, dll.

Baca Juga: Nih, 5 Merk Mesin Digital Printing Terbagus Buat Usaha Anda!

 

3. Flexography

Seperti apakah mesin cetak flexography itu? Mesin cetak yang satu ini biasa digunakan untuk mencetak kemasan suatu produk. Mesin cetak flexography ini sanggup mencetak gambar/teks pada media yang tebal, terutama media kertas yang tebal dan bertekstur. 

Jenis mesin ini sering kali dimiliki oleh perusahaan dan digunakan dalam proses produksi (untuk mencetak kemasan, tentunya).  Sayangnya, mesin cetak flexography ini hanya bisa digunakan untuk mencetak dalam satu warna saja. Maka dari itu, perusahaan perlu menyediakan beberapa unit mesin sesuai dengan kebutuhan cetak.

Baca JugaYuk Kenalan! Apa Itu Cetak Flexography dan Komponennya

4. Rotogravure

Selain mesin cetak offset, flexography, dan digital printing, ragam mesin cetak yang bisa Anda jumpai selanjutnya adalah gravure. Mesin cetak ini juga sering disebut sebagai rotogravure dan biasa digunakan untuk mencetak materi cetak di atas media yang lentur/fleksibel. 

Media-media lentur yang dimaksud tidak hanya dalam bentuk kertas saja, melainkan juga plastik, aluminium, dan PVC yang tersedia dalam bentuk lembaran (sheet) maupun rol/gulungan. Meski bisa digunakan untuk mencetak di atas media dalam bentuk lembaran, rotogravure lebih banyak digunakan untuk mencetak di atas media dalam bentuk rol/gulungan. Tak heran, gravure lebih sering digunakan untuk mencetak dalam jumlah besar.

Beberapa contoh dari hasil cetak yang menggunakan mesin cetak rotogravure adalah kemasan mi instan, kemasan label botol air mineral, kemasan makanan ringan, dan kemasan obat-obatan. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa mesin rotogravure digunakan untuk memproduksi folding box, majalah, label minuman, bahkan hingga gift wrap.

 

Nah, itulah beberapa jenis mesin cetak yang bisa Anda miliki sebelum memulai usaha percetakan. Semoga informasi ini bermanfaat dan menjadikan Anda makin tahu pilihan jenis mesin untuk memulai usaha percetakan Anda, ya! 

Exit mobile version